Paradoks dalam Kehidupan

paradoks kehidupan
source: pixabay


Apakah hidup semuanya semuanya penuh dengan paradoks. Saya akan ambil beberapa contoh, contoh yang pertama kali ini akan saya ambilkan dari salah satu reality show yang dulu pernah menjadi acara idaman bagi penikmat Tv yang mana mereka harus memilih satu dari beberapa hadiah yang ditawarkan dimana hadiah tersebut tersembunyi dan salah satu atau salah dua yang hadiah yang ditawarkan berisi "zonk". Setelah anda memilih pembawa acara akan membuka salah satu kotak atau tirai dan yang tampil adalah "zonk", kemudian pembawa acara akan menawarkan lagi kepada peserta apakah dia mau pindah ke kotak atau tirai yang lain.

Disini lah pikiran kita akan bermain, pasti sang peserta itu membuat beberapa premis untuk memutuskan mana yang paling dia percaya. salah satu yang bisa saya prediksi premisnya adalah pasti yang ditawarkan itu berisi "zonk". Kemudian sang peserta menentukan untuk tetap pada pilihannya. Dan Saat di buka ternyata apa yang dia pilih adalah "zonk". Mungkin sang peserta menyesal teadap pilihannya tapi nasi sudah menjadi bubur. Mungkin jika dia memilih pilihan yang berbeda mungkin dia akan memperbesar kemungkinan dia untuk menangkan hadiah itu.

Baiklah, contoh yang kedua adalah ketika kalian membeli sebauh smartphone yang mungkin di katakan paling kalian inginkan dengan fitur dan spesifikasi yang sangat tinggi. misal disini saya akan ambil contoh perihal layar smartphone yang tahan gores dan full HD. Namun kebiasaan orang yang beli smartphoen akan menambahkan anto gores karena rasa takut. Padahal kalau kita lihat teknologi smartphone yang kita beli adalah sudah tahan gores tapi kenapa kita masih menambahkan anti gores yang kualitas teknologinya lebih rendah dari pada teknologi layar kristal smartphone yang kita beli. Layar yang sudah dilengkapi dengan teknologi yang sanagt tinggi terdegradasi oleh penempelan plastik anti gores dan sebenarnya membuat kita tidak bisa menikmati secara penuh kualitas yang ditawarkan smartphone yang kita beli.

Hal ini juga tak tehindarkan pada pada kehidupan cinta kalian, dalam kehidupan dua orang yang masih belum menikah, siklus pacaran menjadi salah satu cara untuk menguji kecocokan. Seharusnya semakin lama orang pacaran, harusnya semakin cocok, matang dan siang untuk menikah tapi kenyataaanya tidak selalu demikian. yang unik di kehidupan percintaan adalah baru pacaran beberapa bulan, mereka meutuskan untuk menikah dan terpisahkan hanya oleh karena maut.

Beberapa rangkaian kata yang sering kita dengar dan banyak pihak mempertanyakan tentang kebenaran tentang hal itu sebagai berikut:

1. Semakin irit, semakin miskin. Semakin boros, semakin kaya.

2. Semakin kerja keras, semakin sedikit hasil. Semakin sedikit kerja, semakin banyak hasil.

3. Semakin dikejar, semakin lari. Semakin cuek, semakin dicari.

4. Semakin dicari, semakin hilang. Tidak dicari, malah datang.

Pasti ketika kalian membaca ini dan mengingatnya, dan jika itu terjadi kalian pasti akan berfikir itu aneh, tidak masuk akal, diluar logika dan itulah bagian dari kehidupan kita yang merupakan sebuah misteri. Hidup tidak sempit sebatas logika, sebatas pikiran dimana jika semakin kalian pikirkan, semakin aneh.

Mungkin saja jika semakin diterima, semakin INDAH. Logika hanyalah sebatas mekanisme belaka, sebuah keindahan terletak pada ketidak-tahuan, bukan pengetahuan. Penelusuran, bukan kepastian. Penemuan, bukan pengulangan. Hidup kita akan terus berkembang, beranikan diri untuk membuka pikiran menerima paradoks dan keanehan hidup sebagai keindahan, bukan dipersempit oleh pikiran. Semua bukan tentang pencapaian, tapi tentang proses yang berjalan.

Berjalanlah bersama hidup yang penuhdengan misteri yang indah. Berfikirlah besar dan bermimpilah besar.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Paradoks dalam Kehidupan"

Post a Comment

Give your best comments and for comments that use the unknown name will not approved.